Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur

, Jurnalis
Senin 31 Juli 2017 11:19 WIB
Para penari Dayak (Foto: Jessica Helena Wuysang/Antara)
Share :

"Saya belajar dari mamak (ibu) saya," katanya saat ditemui di Rumah Betang Ensaid Panjang, pekan lalu.

Namun, Maria baru mulai menenun setelah berkeluarga dan punya anak satu. Sebelumnya, sama seperti remaja umumnya, dia bersekolah dan bermain-main.

"Saya baru menenun saat punya anak satu. Karena waktu muda dulu sekolah di Sintang. Sekarang sudah punya anak empat," katanya.

Penenun lain, Elisabet (37) juga belajar dari ibunya. Dia mengatakan, saat remaja selepas pulang sekolah, banyak jalan-jalan. Baru setelah punya anak satu, tekun duduk di depan "pemantang" atau alat tenun tradisional.

Kini, Maria mengaku banyak generasi muda di rumah betang yang berdiri tahun 1986 tersebut enggan menenun, karena mulai mengenal telefon selular.

"Anak saya asyik main handphone saja, tak mau belajar menenun," kata perempuan berkaca mata itu.

Tetapi di sisi lain, Elisabet menambahkan, saat ini pengunjung Rumah Betang Ensaid Panjang semakin ramai, bukan hanya para turis asing, turis lokal pun banyak yang datang. Dan mereka selalu mencari dan membeli kain hasil tenunan warga rumah betang tersebut.

Karena kondisi itu, para remaja mulai belajar menenun dan membantu orangtua mengerjakan pesanan kain.

"Dulu sedikit saja yang datang ke sini, tidak banyak pesanan juga. Tapi sekarang ini sudah ramai," kata istri dari Stepanus itu.

Adanya pergeseran kebiasaan menenun, dibenarkan Yohanes Palaunsoeka. Menurut dia, kondisi riil saat ini di mana komunikasi dan dunia informasi sudah sangat melampaui, juga dialami para penenun di rumah-rumah betang. Seperti yang terjadi di Sintang saat ini.

"Di Sintang itu, bahkan drastis sekali. Tahun 1990-an belum mengenal apa-apa, tahun 2000 mereka mulai mengenal dunia luar, sampai sekarang. Jadi, memang ada kecenderungan minat anak-anak untuk menenun itu berkurang. Karena memang mereka sudah mulai berpikir praktis," kata budayawan itu.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya