Sebab, menurut mereka, sistem pencernaan tidak beroperasi diketinggian dan makan dalam pesawat hanya memperparah gejala jet lag. Makanan yang dikonsumsi selama perjalanan dengan pesawat akan mulai dicerna ketika mendarat, dan hal ini akan semakin membuat Anda lebih lelah, karena pencernaan baru mulai beroperasi.
Akan tetapi, seorang ahli gizi tidak sependapat dan beranggapan apa yang dilakukan oleh para pramugari tersebut adalah sebuah kesalahan. Pasalnya, tidak makan dalam penerbangan justru dapat membuat gula darah Anda merosot dan inilah yang malah mampu memperparah efek jet lag.
“Anggapan sistem pencernaan Anda tidak beroperasi selama penerbangan tidak memiliki dasar ilmiah. Dengan membatasi diri dan tidak makan dalam jangka waktu lama dengan penerbangan yang panjang, Anda cenderung akan merasa lemah, goyah, dan bahkan bisa menderita sakit kepala dan mood tidak bagus” ucap Carolyn Pallister, ahli diet dan manajer Kesehatan Masyarakat di Slimming World.
(Muhammad Saifullah )