PERJALANAN menggunakan jalur udara memang bisa mempersingkat waktu dan menghemat tenaga yang dikeluarkan daripada menggunakan bus atau alat transportasi lainnya. Namun, efek yang ditimbulkan dari perjalanan udara kerap kali tidak bisa dianggap enteng.
Jet lag, pusing hingga selera makan yang berkurang acap kali dirasakan oleh para penumpang pesawat dengan durasi perjalanan jauh. Beberapa pramugari mengatakan, sebaiknya penumpang tidak makan ketika dalam perjalanan di pesawat.
Pasalnya, menurut mereka sistem pencernaan tidak beroperasi ketika perjalanan udara, mereka pun kerap menahan makan ketika sedang bertugas di udara. Hal tersebut dilakukan karena makan dapat membuat jet lag lebih parah, dikutip dari Insider, Kamis (27/7/2017).
Memang, jika kita berada di ketinggian yang lumayan jauh dari permukaan bumi, seringkali lidah tidak dapat merasakan rasa asin, dan makanan di pesawat bisa kurang memuaskan, dan tidak jarang tidak dimakan sama sekali. Tapi, menahan diri untuk tidak makan selama perjalanan udara sama saja menyiksa diri sendiri.
Namun, hal berbeda dilakukan oleh para pramugari. Pramugari yang sedang menjalankan tugasnya selama perjalanan di udara sering sengaja menahan diri dari makan ketika pesawat sedang terbang, bahkan walaupun penerbangan berlangsung selama 17 jam!