FOOD STORY: Roti Musim Panas Dipanggang dengan Gelembung Mata Air Panas dari dalam Perut Bumi Islandia

Santi Andriani, Jurnalis
Senin 24 Juli 2017 17:02 WIB
Roti Musim Panas khas Islandia (Foto:BBC)
Share :

MELIHAT tampilannya mungkin akan mengingatkan Anda pada bolu gula merah atau bolu sarang semut yang tidak asing di negeri kita. Tapi tahukah Anda bahwa makanan ini bukan dipanggang dengan oven atau dikukus. Masyarakat Islandia mengubur roti musim panas dalam pasir dan memastikannya matang hingga nikmat disantap bersama potongan ikan salmon dan butter.

Ya, tentu saja bukan sembarang pasir yang bisa mematangkan makanan dengan sempurna. Tapi di Islandia tidak sulit menemukan jenis pasir ini, bahkan sangat mudah. Karena Islandia mengharuskan masyarakatnya bekerjasama dengan kondisi alam untuk bertahan hidup, memanggang roti atau makanan apapun dalam pasir adalah salah satunya.

Islandia adalah sebuah negara Nordik yang terletak di sebelah barat laut Eropa dan sebelah utara Samudera Atlantik (Wikipedia). Sebuah negara dengan keadaan geografis terdiri dari bebatuan dan tebing-tebing yang tidak pernah berhenti diselimuti kabut. Namun di sisi lain juga memiliki gletser atau glasier, bongkahan es batu yang tercipta akibat endapan salju. Tidak hanya itu, Islandia memiliki banyak geiser atau sumber air panas di dalam perut buminya, yang menyeruak dari dalam tanah dan pasir berupa gelembung-gelembung air panas.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat Islandia harus berkompromi dengan kekuatan alam demi bertahan hidup. Salah satunya untuk urusan perut, di satu sisi kondisi alam ini sangat menguntungkan, karena tidak perlu api atau gas untuk menyalakan kompor, maka makanan orang Islandia dimasak dari dalam bumi itu sendiri.

Ikon Nasional

Di sebuah pinggir danau di kota kecil Laugavautn, pemilik pemandian air panas Laugavatn Fontana, Sigurður Rafn Hilmarsson, memiliki roti yang telah menjadi ikon nasional Negara Islandia. Disuguhkan kepada setiap pengunjung pemandian air panas, termasuk kepada Presiden Islandia, Guðni Thorlacius Jóhannesson, yang beberapa waktu lalu mengunjungi destinasi wisata tersebut.

Bukan hanya karena rasanya yang unik, yang membuat roti dari gandum hitam ini begitu terkenal adalah dari bagaimana cara ia dipanggang.

Hilmarsson mengatakan, rúgbrauð-nama asli roti ini, roti dipanggang di bawah tanah, dikubur di lubang panas dari bumi yang menggelegak mengeluarkan hawa panas dan mematangkan roti itu sendiri.

Soal rasanya, Hilmarsson mengatakan, " Ini memiliki sedikit gula di dalamnya daripada kue-kue kebanyakan."

Ya dengan kondisi alam seperti yang disebutkan di atas, maka tidak mengherankan jika tanah tempat masyarakat Islandia berpijak juga adalah kompor bagi masakannya.

Untuk memanggang kue tersebut, Hilmarsson cukup menggali pasir di ladang yang ia sebut sebagai area panggangan raksasa.

Pasir digali sedalam sekira 30 cm, dengan lebar sebesar dandang yang ia gunakan untuk menaruh adonan roti. Setelah kedalaman cukup sampai menemukan sumber air panas yang meletup-letup, maka di situlah ia akan memanggang kuenya.

Dandang yang sudah berisi adonan kemudian dimasukkan ke dalam galian dengan sebelumnya sudah ditutup rapat. Galian kembali ditutup dengan pasir yang panas dan dibuat gundukan. Tidak lupa di bagian atas diberi batu penanda.

"Banyak orang yang masih memanggang dengan cara ini di Laugavautn. Dalam tradisinya kami akan meletakkan batu di bagian atas gundukan sebagai penanda agar orang lain tahu bahwa kita sedang memanggang di tanah ini," beber Hilmarsson.

 Tradisi-

Tradisi Turun Temurun

Sementara zaman sudah modern dengan alat-alat masak yang modern termasuk oven, Hilmarsson tetap memilih cara tradisional ini untuk melanggengkan tradisi dari nenek buyutnya.

Proses memasaknya memang sangat lama. Butuh waktu 24 jam agar roti benar-benar matang sempurna, sebelum Hilmarsson menggalinya kembali. Dandang kemudian didinginkan dengan air danau dan roti dikeluarkan dari dandang cetakan untuk kemudian dinikmati.

Melihat cara pengolahannya, Rúgbrauð terkadang juga merujuk kepada hverabrauð, yang jika diartikan ke dalam bahasa Inggris memiliki arti hot spring bread atau roti musim panas.

 

"Metode ini diturunkan dari nenek saya ke ibu saya kemudian kepada saya," jelasnya. "Itu yang kita gunakan di sini."

Biasanya roti gandum hitam tersebut disantap bersama dengan potongan daging salmon segar, setelah sebelumnya roti diolesi butter.

Memanfaatkan Kekuatan Alam, Menjaga tradisi

Bagi Hilmarsson, keajaiban alam Islandia menawarkan penghormatan yang tak henti-hentinya. "Dari generasi ke generasi, kita telah belajar untuk menghormati energi ini dan mengatasinya dengan hati-hati," katanya.

Dengan semakin banyak orang memanggang roti mereka dengan oven, lalu apakah Hilmarsson akan tetap pada cara tradisionalnya itu? Ia menjawabnya dengan sederhana.

"Sulit untuk menggambarkan bagaimana rasanya, tapi roti musim semi panas ini memiliki rasanya sendiri. Rasa roti panggang yang dipanggang dengan oven bahkan tidak mendekati sedikit pun. Tidak ada yang seperti itu (roti musim panas-red)," ujarnya, seperti yang disarikan dari BBC, Senin (24/7/2017).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya