TERUNGKAP! Sejarah Hubungan Bali dan Kepulauan Kei yang Tak Banyak Diketahui Orang

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Jum'at 21 Juli 2017 10:23 WIB
Bali (Foto: Amolife)
Share :

KEPULAUAN Kei di Maluku Tenggara dikenal akan keindahan pantainya dan pasir putihnya yang lembut. Meski letaknya jauh dari Bali, keindahan pantainya tak kalah indah dengan pantai di Bali.

Namun siapa sangka jika Kepulauan Kei dan Bali tak hanya memiliki keindahan alam yang sama. Tetapi juga memiliki hubungan spesial dari sisi sosial dan budaya yang tak bisa dipisahkan. Hubungan ini dapat ditelusuri dari ceritera (Tom) dan tanda bukti (Tad) tentang konsep asal-usul masyarakat Kei.

Berdasarkan cerita yang dituturkan secara lisan dari generasi ke generasi, sebagian leluhur dari Kei berasal dari Bali. Hal ini juga dapat dilihat dari bukti atau tanda yang bertahan hingga saat ini.

“Karena berdasarkan kepercayaan Kei, leluhur kami yang datang dari Bali datang ke Kei. Buktinya ada Hindu Bali. Masyarakat paling banyak di desa itu masyarakat Hindu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Roy Rahajaan yang juga penduduk asli Maluku dalam konferensi pers Bali-Kei Archipelago Festival 2017 di Jakarta, Kemarin

Menurut Roy, ada 4 agama yang dianut oleh masyarakat di Maluku Tenggara. Yakni Hindu, Islam, Katolik, dan Protestan. Desa/Ohoi Tanimbar Kei dihuni oleh sekira 500 jiwa yang menganut agama Hindu.

Tanimbar Kei sendiri merupakan wilayah terluar dari Kepulauan Kei. Awalnya, para penduduk dari Bali mengarungi lautan dan berhenti di Tanimbar Kei. Kemudian mereka mulai menyebar ke pulau-pulau lainnya yang ada di Kepulauan Kei.

Seperti yang tertulis dalam buku Negara Kartagama disebutkan ketika Hayam Wuruk menjadi Raja, dilakukan perluasan kekuasan Kerajaan Majapahit oleh Gajah Mada di seluruh Nusantara meliputi seluruh Maluku, yaitu Muar (Kei), Wandan (Banda), Ambon, dan Ternate.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya