"Ini menunjukkan bahwa campuran bahan kimia di debu rumah mempromosikan akumulasi trigliserida dan sel lemak. Jumlah debu serendah 3 mikrogram, jauh di bawah massa, sehingga anak-anak terpapar efek terukur sehari-hari," jelas Asisten Profesor, Heather Stapleton yang dikutip Express, Rabu (19/7/2017).
Sementara itu, produk pembersih mengandung bahan kimia, seperti fenol, sedangkan bahan kimia berpendingin tinggi, seperti PFOA dan PFOS, ditemukan pada telepon genggam, kotak pizza dan produk non-stick, tahan air dan noda.
Beberapa produsen telah mengurangi penggunaannya, namun banyak yang masih menggunakan barang-barang tersebut. Alhasil, bahan-bahan kimia tersebut berakhir di debu dalam ruangan yang bisa dihirup, tertelan atau diserap melalui kulit.
"Banyak bahan kimia yang ada di produk konsumen berakhir alam debu, dan kita selalu berkontak dengan debu." kata pakar debu, Angela Ferro dari Clarkson University di Postdam, New York.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science and Technology, sebelumnya mengungkapkan bahwa debu rumah tangga mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Profesor Marsha Wills-Karp dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore mengatakan,"Ada akumulasi bukti pemaparan terhadap agen ini dapat menyebabkan penyakit yang kita lihat di kota-kota modern, seperti obesitas, asma dan autisme."
(Helmi Ade Saputra)