PEMBERIAN vaksin atau imunisasi sangat dianjurkan terhadap anak-anak, karena bisa mencegah datangnya penyakit di masa yang akan datang. Tapi sayangnya, banyak orangtua yang belum menyadari manfaat dan pentingnya imunisasi.
Masih banyak anak-anak yang tidak menerima vaksin sesuai dengan waktunya. Salah satu imunisasi yang harus diterima oleh anak-anak adalah imunisasi MMR (measles, mumps, and rubella). Imunisasi MMR biasanya diberikan dua tahap. Pertama, saat anak berusia 12-15 bulan dan kedua, saat anak berusia 4-6 tahun.
Banyak orangtua yang tidak mau anaknya menerima imunisasi MMR karena menganggap vaksin itu bisa menyebabkan autisme. Dikutip dari WebMD, Kamis (13/7/2017), CDC dengan tegas mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa imunisasi MMR berperan dalam autisme. Manfaat imunisasi terhadap pencegahan penyakit jauh lebih besar dibandingkan dengan risiko potensial lainnya.
Dengan menerima imunisasi MMR, anak terlindung dari penyakit campak, gondong, dan rubella. Anak yang menderita campak akan mengalami demam, batuk, pilek, pink eye, dan ruam merah yang timbul di wajah serta seluruh tubuh.
Virus campak bisa menginfeksi paru-paru sehingga menyebabkan penyakit pneumonia. Apabila anak yang berusia lebih tua terkena campak, bisa berpotensi menderita radang otak yang menyebabkan kejang dan kerusakan otak.