Lalu, sang ayah pun memintanya untuk berperilaku dan berpakaian layaknya pria serta melakukan sumpah untuk tidak menikah agar tahta turun kepadanya. Janji itu pun disaksikan oleh masyarakat sekitar dan ia juga belajar ilmu bela diri untuk mendalami karakter pria.
Suatu ketika, Marimbouw berburu dan tersesat di hutan. Namun, keberadaannya dicurigai oleh Maharimbouw langsung menangkapnya. Dalam penangkapannya, kedok Marimbouw seketika terbuka dan rambut panjangnya pun terurai. Hal ini lah yang membuat Maharimbouw jatuh hati padanya.
Sejak saat itu, keduanya pun melakukan hubungan diam-diam. Dan, Maharimbouw memutuskan untuk meminang Marimbouw namun sempat ditolak karena perjanjian yang telah dilakukan oleh Marimbouw pada ayahnya.
Tetapi, ia tidak bisa mengelak dan akhirnya keduanya pun menikah. Tak lama dari situ, karena perjanjian dilanggar, alam pun murka dan seketika terjadi gempa bumi dan letusan dari gunung yang membentuk Danau Tondano.
(Fiddy Anggriawan )