Danau Tondano yang Terbentuk dari Kisah Cinta Marimbaouw & Maharimbaouw

Tentry Yudvi, Jurnalis
Selasa 11 Juli 2017 05:31 WIB
Danau Tondano, Sulawesi Utara (foto: Instagram/@andreopa)
Share :

SELAIN Danau Toba, Indonesia juga punya danau cantik yang tak kalah cantik lho. Tak percaya? Coba saja mampir sejenak di Danau Tondano, Sulawesi Utara. Indahnya sebuah danau alami yang hadir di lereng Gunung Kaweng.

Danau Tondano ini memang luar biasa memukau dan suasananya juga cukup tenang serta sejuk. Hamparan perbukitan gunung yang mengapitnya serta tenangnya air membuat tubuh rasanya seperti berada di surga. Terlebih kawasan ini juga masih sepi pengunjung sehingga membuat liburan akan semakin intim dengan alam seindah ini.

Sebuah kiriman dibagikan oleh ANDRE(opa)SUMUAL (@andreopa) pada Sep 19, 2016 pada 11:22 PDT

Sekitar danau tersebut memang dipadati dengan penduduk dan juga warung makan. Jadi, bagi Anda yang ingin menikmati alamnya dengan tenang, bisa menikmatinya sembari menikmati hidangan khas masakan Minahasa. Seruput es batok kelapa hijau juga cukup untuk menemani liburan Anda.

Danau Tondano ini menjadi salah satu danau vulkanik di Indonesia yang terbentuk secara alami akibat bencana alam. Luasnya mencapai 4278 hektar jika dilihat sekilas berasa melihat lautan lepas di tengah pemukiman warga. Anda pun tak akan cukup seharian menelusuri keindahan alam yang ada di sekitar danau.

Namun, di balik indahnya alam Danau Tondano tersimpan legenda yang cukup melekat di kalangan masyarakat. Konon, danau ini terbentuk karena kemurkaan alam karena pernikahan anak dari Tonaas bagian Utara dan Selatan. Tonaas merupakan pemimpin kekuasaan yang kala itu mendiami dua kubu di sebuah gunung tinggi.

Diceritakan, kedua pemimpin ini pun memiliki anak, di mana Tonaas Utara dikarunia anak perempuan bernama Marimbaouw sedangkan Tonaas Selatan memiliki anak laki-laki bernama Maharimbouw. Semasa kecil keduanya tidak pernah bertemu karena perbedaan wilayah tersebut.

Namun, awal mula permasalahan ini terjadi karena Marimbouw yang menjadi satu-satunya anak dari Tonaas Utara adalah perempuan, di mana menjadi penghalang penerus kekuasaan dan tahta.

Lalu, sang ayah pun memintanya untuk berperilaku dan berpakaian layaknya pria serta melakukan sumpah untuk tidak menikah agar tahta turun kepadanya. Janji itu pun disaksikan oleh masyarakat sekitar dan ia juga belajar ilmu bela diri untuk mendalami karakter pria.

Suatu ketika, Marimbouw berburu dan tersesat di hutan. Namun, keberadaannya dicurigai oleh Maharimbouw langsung menangkapnya. Dalam penangkapannya, kedok Marimbouw seketika terbuka dan rambut panjangnya pun terurai. Hal ini lah yang membuat Maharimbouw jatuh hati padanya.

Sejak saat itu, keduanya pun melakukan hubungan diam-diam. Dan, Maharimbouw memutuskan untuk meminang Marimbouw namun sempat ditolak karena perjanjian yang telah dilakukan oleh Marimbouw pada ayahnya.

Tetapi, ia tidak bisa mengelak dan akhirnya keduanya pun menikah. Tak lama dari situ, karena perjanjian dilanggar, alam pun murka dan seketika terjadi gempa bumi dan letusan dari gunung yang membentuk Danau Tondano.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya