BAGI sejumlah perempuan, kosmetik adalah produk yang wajib dibawa. Namun dalam beberapa tahun terakhir, keluhan terkait kesehatan produk kosmetik mengalami peningkatan.
Produk seperti sampo dan make up menduduki posisi tertinggi yang sering dikeluhkan berdasarkan data dari Food and Drug Administrasion (FDA). Sejumlah konsumen mendapati bahwa produk kosmetik menyebabkan masalah kesehatan dan tidak aman saat dijual di pasaran.
Hal itu dikarenakan saat ini produsen kosmetik tidak memiliki kewajiban hukum untuk melapor ke FDA apabila produk mereka mengalami masalah kesehatan. Selain itu, penjualan kosmetik sekarang ini juga tidak perlu menjalani proses persetujuan pra-pasar sebelum dijual di toko serta regulator yang berlaku tidak menilai keamanan dan efektivitas klaim produk.
Sebagai gantinya, kini konsumen dan dokter yang mengalami masalah akibat penggunaan kosmetik diminta melaporkannya ke FDA. Apabila laporan yang masuk cukup banyak terhadap salah satu produk, FDA baru melakukan penyelidikan.
“Sebagai seorang ahli kulit, kami menggunakan produk kosmetik untuk perawatan pada pasien. Dan saya harus siap menjelaskan kepada pasien apabila mereka bertanya apakah produk itu aman. Maka dari itu, kami perlu melakukan penelitian lebih lanjut pada produk kosmetik yang kami sarankan kepada pasien,” kata Dr. Steve Xu, seorang dokter dermatologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine seperti yang dikutip dari TIME, Rabu (5/7/2017).
Dalam penelitian terbaru, Xu dan rekan-rekannya melihat sejumlah kejadian buruk yang dilaporkan ke FDA. Setidaknya, selama 12 tahun ada 5.114 keluhan terkait kesehatan produk kosmetik. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa antara tahun 2004 dan 2016, setiap tahunnya rata-rata ada 396 kejadian yang dilaporkan. Tiga produk yang paling sering dilaporkan bermasalah adalah produk untuk perawatan rambut, perawatan kulit, dan tato.
Namun, banyaknya pelaporan juga tidak serta merta menentukan secara definitif apakah produk tersebut menyebabkan kerugian. Sebagai contoh, di tahun 2014, produk WEN oleh Chaz Dean Cleansing Conditioners diselidiki oleh FDA karena menerima 127 laporan.
Kebanyakan konsumen mengeluh produk itu menyebabkan rambut mereka rontok. Bahkan ternyata, ketika FDA menyelidiki perusahaan produsen, terdapat 21.000 keluhan terkait masalah rambut rontok dan kulit kepala. Namun produk tetap saja dipasarkan hingga sekarang.
Dalam sebuah editorial, para ahli mengatakan bahwa tantangan untuk mengawasi keamanan produk kosmetik adalah hal yang menakutkan bagi regulator. Hal itu disebabkan karena anggaran regulator tidak mencukupi untuk mengawasi seluruh proses produksi. Terlebih untuk produk yang digunakan secara rutin dan memiliki jumlah besar, hampir tidak mungkin mendeteksi efeknya jika tidak dilakukan pengawasan aktif.
Untuk mengatasi masalah ini, penulis penelitian dan editorial berpendapat diperlukan pengawasan yang lebih baik. Xu mendorong agar konsumen dan dokter memberikan laporan menyeluruh kepada FDA apabila mengalami masalah kesehatan saat menggunakan produk kosmetik. Perusahaan juga harus mengambil peran lebih besar dalam pelaporan ini.
(Helmi Ade Saputra)