MALAM terakhir di Yogyakarta, Kamis (29/6/2017), mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama bersama rombongannya menikmati pertunjungan wayang kulit yang dibawakan oleh Agustinus Sardjono Hadisurjo atau yang biasa disapa Ki Sardjono. Pertunjukan yang digelar selama 35 menit itu berlangsung tertutup di executive lounge Hotel Tentrem, Yogyakarta, tempat Obama dan rombongannya menginap.
Kondisi Ki Sardjono yang tuna netra menarik perhatian Obama. Walaupun diundang secara mendadak oleh Obama, sehari sebelum pertunjukan, Ki Sardjono tetap mempersiapkan diri dengan baik. Cerita yang dibawakan adalah tentang Aji Norontoko yang memiliki nilai-nilai tentang seorang ksatria dan jiwa patriotisme.
Gatotkaca sebagai tokoh utama dikisahkan berani bertarung untuk membela keadilan dan kebenaran. Membawakan cerita dalam bahasa Jawa, sesekali Ki Sardjono berbahasa Inggris saat menampilkan tokoh Petruk di tengah-tengah cerita. Kemunculan Petruk dan punokawan selalu membuat Obama dan keluarganya tertawa. Keluarga Obama pun didampingi penerjemah agar mengerti jalan cerita wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Sardjono dengan bahasa Jawa.
Sejak tahun 1979, penglihatan Ki Sardjono sudah mulai berkurang. Dokter memvonis dirinya tidak bisa disembuhkan. Tapi Ki Sardjono tidak putus asa. Dia memutuskan untuk berkuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), yang sekarang sudah berubah nama menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), jurusan Pendidikan Luar Biasa.
Di sana dirinya mulai belajar melukis, membuat topeng, membuat alat peraga pendidikan luar biasa, membuat wayang, dan mendalang. Walaupun memiliki kekurangan, Ki Sardjono tidak pernah berhenti menciptakan karya seni, terlibah dunia kesenian Jawa sudah mendarah daging pada dirinya sejak kecil. Ayah Ki Sarjono adalah seorang pemain gamelan. Sebab itu masa kecilnya ia habiskan untuk menari, karawitan, dan menggambar wayang.