Ternyata Jakarta Sudah 13 Kali Ganti Nama, Kenapa Ya?

Annisa Aprilia, Jurnalis
Rabu 21 Juni 2017 15:47 WIB
Monas Ikon Kota Jakarta (foto: Okezone)
Share :

PERMULAAN adanya Kota Jakarta berawal dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekira 500 tahun lalu. Kota yang sekarang dipadati gedung-gedung tinggi dan berkilau, pada mulanya bernama Sunda Kelapa.

Setelah Sunda Kelapa ditaklukkan oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527, namanya diganti menjadi Jayakarta. Tanggal inilah yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta, dikutip dari Jakarta Tourism, Rabu (21/6/2017).

Kota Jayakarta yang kini bernama Jakarta, dulunya merupakan kota pelabuhan tersibuk yang menjadi tempat berkumpulnya pedagang dari China, India, Arab dan Eropa, serta negara lain yang saling bertukar barang atau komoditi. Catatan mengenai perjalanan sejarah Kota Jakarta terbilang sedikit, karena sedikit pula prasasti yang ditemukan di kawasan ini.

Nama Jayakarta tidak berlangsung lama. Sebab, pada masa Pemerintahan Belanda yang datang ke Jakarta pada abad ke-16, nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Alasan digantinya nama Jayakarta, karena Kota Jakarta pada waktu itu berawa-rawa mirip dengan negeri asal mereka, dikutip dari portal resmi Provinsi DKI Jakarta.

Versi lain mengatakan, diubahnya nama Jayakarta menjadi Batavia karena diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda. Batavia kala itu direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda.

Batavia dibangun dalam bentuk blok, masing-masing dipisahkan oleh kanal dan dilindungi oleh dinding sebagai benteng dan parit. Kota yang selesai dibangun pada 1650 tersebut merupakan tempat tinggal bangsa Eropa, sementara penduduk lainnya diasingkan ke daerah lain.

Saat diperintah VOC, Batavia terkenal dengan julukan Permata dari Timur dan membentang luas hingga ke Kepulauan Hindia Timur. Dari tahun ke tahun nama Jakarta tidak tetap dan mengalami perubahan, seperti yang disajikan data di bawah ini:

1. Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.

2. 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).

3. 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.

4. 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.

5. 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.

6. 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.

7. September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

8. 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.

9. 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.

10. 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.

11. Tahun 1961 dengan PP No 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.

12. 31 Agustus 1964 dengan UU No 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibu kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.

13. Tahun1999, melalaui UU No 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi DKI Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota, selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6 (5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative Kepulauan Seribu).

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya