Niatnya Baik, Tapi Pasangan Justru Bisa Memperburuk Insomnia Anda

Tiara Putri, Jurnalis
Selasa 20 Juni 2017 22:02 WIB
Ilustrasi (Foto: Medicaldaily)
Share :

Hal-hal itu tentunya bertentangan dengan pedoman tidur yang dituangkan dalam terapi perilaku kognitif (CBT). Selama sesi CBT, orang belajar untuk tidak tidur sampai mereka merasa mengantuk, bangun pada waktu yang sama setiap hari, menggunakan tempat tidur mereka untuk tidur dan melakukan hubungan seks saja, serta menghindari tidur siang. Latihan di siang hari umumnya dianjurkan untuk membantu mata menutup di malam hari. Sementara alkohol dapat mengganggu tidur nyenyak.

“Meskipun niatnya bagus, pasangan dapat berkontribusi untuk mengawetkan insomnia," tulis para peneliti. Pada saat yang sama, orang-orang itu mungkin juga mengalami kecemasan terkait dengan masalah tidur pasangan, sehingga membuatnya sulit tidur.

Penulis utama Alix Mellor, PhD, peneliti postdoctoral di Monash University, mengatakan bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk perawatan insomnia yang dapat menguntungkan pasien mereka sendiri dan juga pasangannya. Program perawatan harus melibatkan kedua pasangan dalam sebuah hubungan, agar secara proaktif bisa membahas bagaimana perilaku satu pasangan dapat membantu atau merugikan tidur pasangannya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya