Vitamin E adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak, dan ditemukan di banyak makanan, termasuk minyak nabati, sereal, daging, unggas, telur, buah-buahan, sayuran, dan minyak biji gandum. Biji bunga matahari dan kacang tanah, dan minyak dan mentega yang dibuat dari tanaman ini, menyediakan sejumlah besar vitamin E. Brokoli, tomat, bayam, kiwi, dan mangga juga kaya akan vitamin E.
Oleh karena itu, masih sangat mungkin untuk seseorang mengalami overdosis vitamin akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin E. Menurut University of Florida, batas maksimum asupan harian vitamin E bagi orang dewasa sehat rata-rata tidak boleh melebihi 1.000 miligram atau 1.500 IU. Mengonsumsi lebih dari jumlah ini bisa menyebabkan masalah perdarahan, yang mungkin menjadi cukup parah sehingga menyebabkan perdarahan di otak pemicu stroke. Efek samping umum lainnya dari overdosis minum vitamin E termasuk mual dan muntah, diare, sakit kepala, ruam kulit, keletihan atau kelemahan, pandangan kabur, hingga masalah di rahim atau testis. Terlebih lagi, satu penelitian dalam Journal of American Medical Association melaporkan bahwa berlebihan minum vitamin E justru dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung.
Jika Anda ingin rutin minum vitamin E saat puasa untuk menjaga kebugaran tubuh, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi suplemen dalam bentuk apapun. American Heart Association merekomendasikan publik untuk memprioritaskan asupan antioksidan, termasuk vitamin E, dari mengonsumsi makanan segar dan jangan bergantung pada produk suplemen sampai manfaat dan risikonya benar-benar dapat dipastikan.
(Tuty Ocktaviany)