Kata Ahli Gizi, Minum Minuman Berenergi Tak Menambah Energi

, Jurnalis
Rabu 14 Juni 2017 17:27 WIB
Ilustrasi (Foto: Dailymail)
Share :

Secara terpisah, Sunarti Sandi dari Komite Profesi Kesehatan Lain Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih menjelaskan, baik mengonsumsi minuman berenergi atau apapun yang termasuk dalam suplemen makanan, boleh diberikan dengan satu kondisi. Artinya, harus melihat kontra indikasi terhadap penggunaan suplemen makanan, saat mempertimbangkan asupan bagi pasiennya.

Karena itu Sunarti menyarankan setiap penggunaan suplemen makanan harus disesuaikan dengan indikasi dan dosis yang tertera dalam kemasan. "Sebaiknya hal tersebut dikonsultasikan kepada dokter, bila anda diberikan terapi pengobatan, di saat anda sedang mengonsumsi suplemen makanan," jelasnya.

Yang termasuk dalam suplemen makanan antara lain meliputi vitamin, mineral, enzim, asam amino, hormon, herbal, antioksidan dan probiotik. Bagi sejumlah kalangan, minuman energi diminum untuk mencegah kantuk. Jika di luar negeri seperti di Amerika Serikat, minuman energi digolongkan sebagai minuman ringan, maka di Indonesia, minuman energi digolongkan sebagai minuman kesehatan.

Umumnya, minuman energi dipasarkan dalam botol kecil yang siap minum. Ada juga minuman berenergi yang dipasarkan dalam bentuk sachet dan harus dicampur dengan air mineral, sebelum dikonsumsi, untuk menekan harga jual.

Definisi minuman berenergi adalah minuman yang mengandung satu atau lebih bahan yang mudah dan cepat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan, dengan persyaratan total energi minimal 100 Kkal/sajian (SNI 01-668-2002).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya