Jaringan adipossa atau jaringan lemak, mengeluarkan berbagai molekul yang dapat memainkan peran dalam mengembangkan serta memicu migrain.
"Ada juga kemungkinan bahwa faktor-faktor lain, seperti perubahan dalam aktivitas fisik, obat-obatan atau kondisi lain, seperti depresi memainkan peran dalam hubungan antara migrain dan komposisi tubuh," jelasnya.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah upaya untuk membantu orang menurunkan atau menambah berat badan bisa menurunkan risiko terkena migrain," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)