SETIAP melihat ada ibu hamil, salah satu hal yang sering ditanyakan adalah “ngidam apa?”, seakan-akan semua ibu hamil pasti merasakannya. Ngidam, ada perasaan sangat menginginkan makan sesuatu yang tak direncanakan, bisa sewaktu-waktu, dan bisa apa saja. Selain berbentuk hidangan yang bisa disantap orang normal pada umumnya, ibu hamil juga mungkin ingin menyantap sesuatu yang tidak bisa dikonsumsi.
Beberapa penelitian belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana ngidam bisa terjadi secara ilmiah. Namun, ada satu teori yang pernah ditemukan, bahwa biasanya ibu hamil mengalami ngidam karena tubuhnya sedang membutuhkan membutuhkan nutrisi tertentu dalam makanan yang diidamkannya.
Misalnya, ibu hamil yang ngidam daging-dagingan, seperti burger atau rendang, mungkin menjadi pertanda bahwa tubuhnya kekurangan protein, kalium, atau natrium. Jadi, bukan tentang makanan yang sebenarnya diinginkan, melainkan nutrisi yang terdapat di dalamnya.
Untuk ibu hamil yang ngidam sesuatu yang jika dimakan bisa membahayakan dirinya dan janin, seperti krayon, bedak, atau benda-benda kotor, kemungkinan itu jadi pertanda bahwa tubuhnya kekurangan zat besi.
Nah, apakah semua ngidam harus dituruti, sebagai alasan harus memenuhi nutrisi ibu hamil? Tentu saja jawabannya tidak! Jika mengidamkan sesuatu hal yang sehat, boleh saja dituruti, asalkan tidak berlebihan. Namun jika mengidamkan sesuatu yang membahayakan, sebaiknya diabaikan saja dan diganti dengan makanan yang lebih sehat.