PROSES pemulihan akibat patah tulang memang membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Kadang bisa hanya dalam hitungan minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan, tergantung pada jenis, lokasi, dan parahnya tulang yang patah. Berikut beberapa tips untuk pemulihan dan perawatan setelah patah tulang kaki:
Rajin cek ke dokter
Tujuan dari proses pemulihan adalah untuk meminimalisir rasa sakit dan mengembalikan fungsi kaki setelah operasi. Tahap pemulihan umumnya akan memakan waktu yang lama dan cukup menantang tergantung pada jenis patah tulang kaki yang dialami. Setelah melakukan operasi, rajinlah berkonsultasi pada dokter terkait strategi terbaik agar mempercepat proses pemulihan dan sesuai dengan perawatan yang dibutuhkan.
Meminimalisir rasa sakit
Tanda umum dari patah kaki adalah timbulnya rasa sakit, nyeri, memar dan bengkak. Anda dapat meminimalisir tanda-tanda tersebut dengan melakukan cara sederhana seperti berbaring, mengompres kaki dengan es batu, dan membuat posisi kaki lebih tinggi selama minimal dua hari. Tanyakan kepada dokter obat apa yang baik dikonsumsi untuk menghilangkan rasa sakit, seperti ibuprofen atau naproxen. Bahkan tidak jarang bagi yang mengalami patah tulang kompleks sangat mungkin menggunakan obat bius dan tindakan lainnya.
Menggunakan alat penyangga
Dokter umumnya akan menyarankan agar tidak menggunakan kekuatan kaki seutuhnya untuk menumpu berat badan dalam beberapa minggu bahkan beberapa bulan selama proses pemulihan tulang. Oleh karena itu, ketika mengalami patah tulang, banyak orang yang dianjurkan untuk menggunakan alat penopang badan seperti kruk (memiliki 1 kaki)–atau walker (memiliki 4 kaki) yang akan membantu Anda selama proses pemulihan.
Beberapa jenis patah kaki bisa juga disembuhkan dengan metode weight bearing atau pembebanan berat badan, yaitu jumlah dari beban seorang pasien yang dipasang pada kaki berbentuk seperti sepatu boot besi untuk memberikan stabilitas saat berjalan.
Jangan banyak bergerak
Beberapa patah tulang kaki yang tidak parah memang membutuhkan waktu yang sebentar dalam proses penyembuhannya. Namun ketika mengalami patah tulang parah seperti tulang paha (femur), tindakan yang dilakukan adalah traksi (penarikan), istirahat total, atau operasi.
Dari dua kasus tersebut, pasien harus beraktifitas secara perlahan-lahan. Jangan terlalu banyak melakukan gerakan karena akan menyebabkan masalah baru yang semakin parah, misalnya patah tulang jadi berpindah posisi. Jika kaki mulai sakit atau membengkak, itu tandanya pasien harus beristirahat. Tanyakan kepada dokter kapan waktu yang aman untuk berkegiatan sehari-hari.
Melakukan terapi fisik
Dokter mungkin akan merekomendasikan latihan terapeutik atau terapi fisik untuk membantu proses pemulihan. Jika mengalami patah tulang sederhana, dokter merekomendasikan latihan yang bisa dilakukan di rumah. Namun dalam kasus lain, pasien harus melakukan terapi dengan ahli terapi fisik.
Awalnya proses terapi memang akan menyakitkan, namun ketika sudah rutin dilakukan pasien akan mampu mengontrol rasa sakit yang ditimbulkan akibat proses terapi. Latihan terapis fisik biasanya melakukan berbagai gerakan seperti peregangan dan latihan kekuatan.
Perhatikan jika ada gejala yang tidak biasa
Sangat penting untuk memperhatikan adanya kemungkinan komplikasi kaki selama proses pemulihan. Hubungi dokter segera jika mengalami demam, perubahan warna pada kaki, mati rasa, kesemutan, pembengkakan atau nyeri yang berlebih, karena hal ini bisa jadi tanda-tanda komplikasi.
Arthitis dan penyakit kronis lainnya merupakan penyakit jangka panjang yang bisa saja timbul setelah mengalami patah tulang kaki. Bicaralah dengan dokter jika pasien mengalami gejala berkepanjangan atau sering kambuh setelah patah kaki.