MASA simpan makanan kaleng memang tidak bisa diragukan. Makanan yang dibungkus dengan kemasan kaleng memang awet dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tapi bukan berarti kualitas makanan di dalamnya terus terjamin.
Dalam kata lain, ada beberapa kemungkinan jika makanan kaleng rusak dan tidak layak konsumsi. Sebelum menyantap makanan kaleng, ada baiknya mengenali dengan pasti kualitas makanan. Jika ada tanda mencurigakan pada makanan kaleng, jangan pikir panjang dan sebaiknya langsung buang. Seperti apa ciri makanan kaleng yang harus berakhir di tong sampah? Berikut Okezone rangkum dari berbagai sumber, Senin (3/4/2017).
Kondisi kaleng yang tidak sempurna
Makanan kaleng dikemas dalam tabung kaleng yang tidak transparan. Artinya Bunda tidak bisa langsung melihat kondisi makanan yang ada di dalamnya. Tapi cobalah perhatikan kondisi kaleng, jika bentuknya menggelembung, tampak ada lubang bocor, terlihat karat di permukaan kaleng atau label kemasan yang rusak. Jangan lagi berpikir mengolahnya karena makanan di dalam kaleng sudah bisa dipastikan rusak dan tidak layak makan. Tidak percaya? Coba saja buka kalengnya.
Suara mendesis saat membukan kaleng
Makanan kaleng sama sekali tidak mengandung soda sehingga tidak akan mengeluarkan bunyi mendesis saat penutupnya dibuka. Jika terdengar bunyi mendesis dari kaleng, langkah yang harus dilakukan Bunda adalah membuangnya. Karena bunyi desis dari dalam kaleng menandakan bahan makanan sudah terkontaminasi dan bereaksi sehingga menghasilkan gas. Tentu ini harus jadi pertimbangan, apalagi yang jadi taruhan adalah faktor kesehatan dan keselamatan Anda dan keluarga tercinta.
Warna dan bentuk makanan yang tidak wajar
Jika kaleng masih mulus, tanggal kadaluarsa masih lama namun bentuk makanan mencurigakan, ini tandanya Anda harus membuang makanan kaleng Anda. Makanan kaleng memang hasil olahan namun warna, bentuk dan aromanya pasti tidak berubah jauh. Jika saat dibuka, makanan kaleng mengeluarkan aroma tidak sedap, warna makanan yang kusam atau bentuknya cenderung hancur, ini tandanya makanan kaleng tidak lagi berkualitas baik. Kerusakan makanan seperti ini bisa disebabkan berbagai hal mulai dari pengemasan yang tidak sempurna, proses distribusi ataupun penyimpanan.
(Santi Andriani)