SETIAP daerah memiliki beberapa makanan tradisional yang bisa dibilang punya legenda yang cukup panjang, termasuk rasa dan sensasinya. Satu yang rasanya sukses mengundang selera adalah coto makassar asal Sulawesi Selatan.
Coto makassar adalah hidangan berkuah yang dikenal juga dengan sebutan coto mangkasara. Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (24/3/2017) santapan gurih ini terbuat dari bahan inti berupa jeroan sapi mulai dari usus, babat, hati dan lain sebagainya.
Coto makassar mencapai puncak kepopulerannya saat Makassar dikuasai Kerajaan Gowa. Pada masa kekuasaan kerajaan ini sekitar tahun 1538, makanan ini jadi menu sarapan wajib para pengawal kerajaan.
Rasa khas coto makassar berasal dari racikan berbagai bumbu dengan tambahan tauco. Tauco ini yang menyumbang rasa khas coto makassar, bumbu penyedap asal Tiongkok ini sudah masuk ke kawasan Makassar sejak abad ke-16.
Semua isian sapi pada coto makassar diolah dengan cara direbus dalam waktu yang cukup lama. Tak hanya jeroan, coto makassar juga diisi dengan potongan daging sapi. Karena makanan ini mengandung kuah cukup banyak, maka penyajiannya otomatis menggunakan mangkuk.
Menyantap suguhan sup ala Kota Daeng, coto makassar juga dimakan bersama ketupat ataupun buras yakni olahan nasi yang mirip seperti lontong. Untuk menikmati semangkuk coto makassar, foodies tidak perlu menyambangi daerah ini langsung karena sudah banyak restoran hingga warung makan pinggir jalan yang menyajikan coto makassar.
(Santi Andriani)