"Terigu tidak seresponsif cokelat. Makan roti misalnya, bisa saja jadi tidak bisa tidur dan mungkin mengalami tantrum," jelasnya.
Makanan dengan kandungan gluten tidak bisa mencerna dengan sempurna. Umumnya, rantai protein dipecah menjadi pendek. Dr Gita mengatakan, tubuh sulit mencerna kandungan gluten, sehingga tak bisa memecah rantai protein.
Rantai yang cenderung panjang ini condong mirip efek endorfin, sehingga memicu perilaku hiperaktif pada anak. Mulai sekarang Moms, perhatikan betul asupan anak Anda yang memiliki ADHD ya!
(Helmi Ade Saputra)