KARENA tahap pengobatan tuberkulosis cukup lama, terkadang membuat pasien putus asa saat menjalani prosesnya. Banyak pasien berhenti minum obat di tengah jalan, padahal risikonya bikin penyakit itu kambuh.
Tujuan minum obat tentu untuk mengurangi gejala tuberkulosis yang sangat menyiksa. Tak cuma itu, obat untuk penyakit ini perlahan-lahan mematikan bakteri yang tidur di paru-paru.
Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh MPPM mengatakn, pasien TB banyak yang tiba-tiba berhenti minum obat di tengah prosesnya. Memang gejala batuknya perlahan-lahan bisa berkurang, tetapi bakteri penyebab TB dalam tubuh belum mati semua.
"Kalau pengobatan berhenti di tengah jalan, pasien bisa kena TB MDR dan sudah resisten. Pengobatan selanjutnya bisa lebih lama sampai dua tahun atau malah meninggal dunia," ujar Subuh saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 23 Maret 2017.
Kalau sudah resisten, tambah Subuh, sekalipun pasien minum obat dosis tinggi sulit untuk membunuh bakteri yang sudah resisten. Sementara itu, pasien malas minum obat karena berbagai faktor. Salah satunya yakni pasien merasa bosan dan tidak sanggup menerima efek sampingnya.