TANPA disadari, banyak yang mengancam kesehatan di sekiling kita, tidak hanya penyakit, tetapi juga bahan berbahaya dan beracun atau B3. Dampak B3 bisa membuat seseorang berisiko infeksi pernapasan, keracunan atau kelainan bawaan pada bayi jika ibu hamil terpapar.
Kasubdit Inventarisasi Penggunaan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Ria Rasmayani Damopoli mengatakan, apapun yang ada di dunia ini sebetulnya berbahan kimia. Namun, bisa menjadi berbahaya dan beracun, sehingga membahayakan kesehatan manusia.
"B3 itu adalah bahan kimia yang karena sifatnya, jumlahnya dan konsentrasinya itu berlipat, sehingga berdampak pada lingkungan hidup menjadi polutan tercemar dan akhirnya masuk ke manusia. Disebut B3 karena sifatnya itu," ujarnya di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Biasanya, kita mengenal bahan berbahaya dan beracun itu adalah merkuri. Tapi, menurut Ria Rasmayani, masih ada beberapa B3 lain yang juga bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.
"Ada timbal seperti pada cat-cat bangunan, PCB itu ada pada travo, baterai bekas dan Aki bekas juga termasuk logam berat yang sangat berbahaya untuk manusia khususnya," lanjutnya.
Kemudian, ada barang lain yang juga mengandung logam berat, di mana bisa membahayakan kesehatan. Dikatakan oleh Ria Rasmayani, handphone juga mengandung logam berat.
"Tidak perlu jauh-jauh, handphone yang sehari-hari ada di tangan kita, ini juga mengandung logam berat," tuturnya.
(Helmi Ade Saputra)