“Ini juga sebagai wadah dan panggung bagi tenant untuk menguji konsep bisnisnya,” ujarnya.
Sementara Ketua Panitia Pop Um Market 2017, Hamid Gilang, menjelaskan, diangkatnya tema jalan di belanda tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan unsur kreatif dan fashion di negara tesebut. “Ini mencerminkan brand-brand dari para pengusaha lokal baru yang bergabung pada acara kami ini,” ujarnya.
109 tenant yang mengisi Pop Up Market 2017 tersebut terdiri dari berbagai kategori, mulai dari fashion wanita, fashion pria, aksesori, hingga food and beverage.
Begitu memasuki area Pop Up Market, area pertama adalah fashion wanita, mulai dari pakaian dan pakaian. Tersedia beberapa produk dengan harga murah. Setelah itu, pengunjung akan memasuki area fashion pria, ada kaus kaki, t-shirt.
Begitu melewati produk-produk pria, tersedia booth-booth yang diisi oleh para tenant yang baru saja merintis bisnis. Khusus di area ini, fashion wanita dan pria digabung. Uniknya lagi, sebagian besar booth menggunakan produk-produk asli Indonesia, mulai dari kain hingga batu.
(Renny Sundayani)