MASALAH kesehatan gigi di Indonesia masih sangat memprihatinkan, terutama pada anak. Banyak orangtua yang masih mengabaikan masalah gigi pada anak.
Menurut drg Felicia Melati Sp.KGA, masalah utama kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah karies atau gigi berlubang. drg Felicia mengatakan, prevalensi terjadinya karies meningkat di 2013 dibanding 2007.
"Dari Riskesdas 2013 terjadi peningkatan prevalensi karies dibanding 2007, dari 43,4 persen menjadi 53,2 persen," ujarnya pada seminar media “Peduli Kesehatan Gigi Anak” di Thamnak Thai Resto, Menteng Central, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2017).
"Bahkan, prevalensi karies pada balita menurut Riskesdas 2007 di Indonesia sekitar 90 persen," tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan data di negara-negara berkembang seperti Asia, termasuk Indonesia, anak-anak umur 5 tahun ke atas 80-90 persen mengalami kerusakan gigi. Persentasenya bertambah dengan meningkatknya perpadatan penduduk dan tidak kurang dari 5 persen yang berisiko mengalami kerusakan gigi.
Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan gigi, menurut drg Felicia. Salah satunya, orangtua harus mengajak anak rutin memeriksakan gigi setahun 2 kali.
"Jadi, orangtua harus mengajak anak periksa gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali, atau setahun 2 kali," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)