Gereja Sion di Jakarta Jadi Saksi Bisu Pembunuhan Keji

Tentry Yudvi, Jurnalis
Jum'at 24 Februari 2017 22:30 WIB
Gereja Sion, Jakarta (foto: Tentry Yudvi/Okezone)
Share :

Lalu ia pun melakukan perlawanan yang didukung oleh pribumi. Namun, itu pun dinilai memberontak sehingga Pieter ditagih tiga ribu ikat padi untuk diserahkan ke Belanda. Ia pun semakin marah dan membenci VOC.

Kemudian, ia meminta dukungan ke Kesultanan Banten yakni Raden Kartadirya) dan seorang pemuda Sumbawa bernama Layek. Ia mendapatkan sambutan yang baik dan mereka memutuskan untuk melawan Belanda yang berkuasa di Batavia.

Sayangnya, pemberontakan ini tercium oleh Belanda, ketiga komplotan itu kemudian ditanggal di bulan Desember 1722. Lalu, ditahan selama empat bulan hingga bulan April, ia dihukum mati dengan keji.

Dulu, hukuman mati pemerintah Belanda biasanya gantung diri atau dipasung. Namun mereka menerapkan perbedaan untuk Pieter dan kawanannya, yang dilaksanakan di luar tembok Batavia tepatnya di Kampung Pecah Kulit berdekatan dengan Gereja Sion.

Hukuman matinya, dengan mengikat kaki dan tangan Pieter serta kawan perjuangannya ke empat ekor kuda, yang di mana kuda tersebut berlari ke arah empat mata angin berbeda-beda. Alhasil, tubuh mereka terbelah dan terpotong-potong.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya