Sajikan Es Kopi 'Jadul', Tak Kie Jadi Langganan Jokowi hingga Sandiaga Uno

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Rabu 22 Februari 2017 19:10 WIB
Es Kopi Tak Kie (Foto: ManualJakarta)
Share :

SECANGKIR kopi hitam yang masih hangat langsung menyebarkan aroma harum ketika tiba di meja. Kopi hitam dari kedai Tak Kie ini sudah menjamu ratusan ribu lidah masyarakat dengan kenikmatan khasnya.

Menyambangi kawasan pecinan Glodok tepatnya Sdi gang Gloria rasanya tak lengkap jika tak mampir di kedai kopi Tak Kie. Kedai kopi sederhana yang sudah buka sejak 1927 ini punya sejarah panjang, berawal dari penjual kopi pikulan hingga akhirnya perlahan berubah menjadi kios kopi sederhana dan memanjakan penggemar kopi dengan suguhan kopi khasnya.

Adalah Latif Yulus, pria paruh baya yang kini mengelola kedai Tak Kie ini menjelaskan sejarah singkat kedai kopi Tak Kie saat bertemu Okezone, Rabu (22/2/2017). Nama Tak Kie berasal dari kata Tak dan Kie. Tak mengandung arti orang yang bijaksana, sederhana dan tidak macam-macam. Sementara Kie memiliki arti mudah diingat orang. Jadi jika digabung, Tak Kie memiliki arti kedai kopi yang sederhana serta menyimpan kebijaksanaan dan mudah diingat orang.

"Saya generasi ke-tiga. Dari kakek sampai ayah saya hingga sekarang saya ya kedainya begini aja, sederhana," kata Koh Latif.

Koh Latif menjelaskan sang kakek dulunya berjualan kopi secara kaki lima di sekitaran Petak 9 Glodok, tapi makin lama makin berkembang hingga menjadi sebuah kedai sederhana. "Sekarang enak minum kopi bisa sambil duduk, ngobrol sama orang," lanjut Koh Latif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya