Penanganan infertilitas yang baik untuk memiliki panduan yang berbasis bukti dari masalah. Tidak semua pasangan infertilitas butuh bayi tabung, hanya yang memiliki indikasi masalah khusus.
"Misalnya, salurannya (menuju tempat pembuahan) tersumbat, ya harus dilakukan bayi tabung. Jadi, pembuahannya di luar. Atau spermanya yang sangat sedikit," ungkap dr Yassin.
Melanjutkan pembahasan, sperma memiliki waktu yang panjang untuk melakukan pembuahan, Dr Yassin menjelaskan, sperma harus berjalan dari vagina, rahim, menuju tempat pembuahan amat jauh. Jika spermanya sedikit, mereka tidak bisa melewati itu semua.
"Selain itu, wanita yang memproduksi sel telur sangat sedikit, juga membutuhkan bantuan bayi tabung. Sel telur harus berkualitas baik, sehingga wanita memiliki peluang hamil yang baik," tambahnya.
Di luar masalah yang disebutkan, dr Yassin mengatakan, pasangan suami istri bisa melakukan prosedur inseminasi. Inseminasi merupakan bantuan metode pembuahan dengan cara menyemprotkan sperma ke puncak dinding rahim. Namun, ketika proses inseminasi ini gagal dilakukan empat kali atau istri tidak berhasil mengalami pembuahan, dokter akan menyarankan pembuahan melalui bayi tabung.
(Helmi Ade Saputra)