Apakah Semua Pasutri yang Susah Punya Anak Dianjurkan Jalani Prosedur Bayi Tabung?

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis
Selasa 21 Februari 2017 20:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)
Share :

INSEMINASI dan bayi tabung merupakan teknologi yang membantu pasangan suami istri untuk memiliki anak. Bagi pasangan yang telah mencoba berbagai cara untuk membantu proses kehamilan.

Untuk melakukan insminasi maupun bayi tabung, pasangan suami istri perlu melakukan beberapa tahapan. Sehingga dokter dapat menentukan prosedur yang tepat bagi pasien. Perlu diketahui, tidak semua pasangan yang sulit memiliki anak harus menjalani prosedur bayi tabung.

dr Yassin Yanuar, MIB, SpOG, MSi, spesialis obstetri dan ginekolog, menyebutkan, perlu ada beberapa tahapan di antaranya konseling awal. Biasanya, dokter akan menanyakan seputar kehidupan seks pasangan, gaya hidup, umur, asupan asam folat, umur, pekerjaan, dan lainnya.

Setelah melewati konseling, pasangan berlanjut pada tahap pemeriksaan dan penanganan pasien. Di sini pasangan akan menjalani pemeriksaan mengenai kualitas sel telur dan sperma.

"Step by step ini dilakukan karena harus efficient cost, jangan langsung bayi tabung. Dari 3,9 juta infertilitas, yang membutuhkan bayi tabung hanya 5 persen," kata dr Yassin di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin 20 Februari 2017.

Penanganan infertilitas yang baik untuk memiliki panduan yang berbasis bukti dari masalah. Tidak semua pasangan infertilitas butuh bayi tabung, hanya yang memiliki indikasi masalah khusus.

"Misalnya, salurannya (menuju tempat pembuahan) tersumbat, ya harus dilakukan bayi tabung. Jadi, pembuahannya di luar. Atau spermanya yang sangat sedikit," ungkap dr Yassin.

Melanjutkan pembahasan, sperma memiliki waktu yang panjang untuk melakukan pembuahan, Dr Yassin menjelaskan, sperma harus berjalan dari vagina, rahim, menuju tempat pembuahan amat jauh. Jika spermanya sedikit, mereka tidak bisa melewati itu semua.

"Selain itu, wanita yang memproduksi sel telur sangat sedikit, juga membutuhkan bantuan bayi tabung. Sel telur harus berkualitas baik, sehingga wanita memiliki peluang hamil yang baik," tambahnya.

Di luar masalah yang disebutkan, dr Yassin mengatakan, pasangan suami istri bisa melakukan prosedur inseminasi. Inseminasi merupakan bantuan metode pembuahan dengan cara menyemprotkan sperma ke puncak dinding rahim. Namun, ketika proses inseminasi ini gagal dilakukan empat kali atau istri tidak berhasil mengalami pembuahan, dokter akan menyarankan pembuahan melalui bayi tabung.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya