ANAK generasi sekarang mungkin akan bingung jika ditanya soal roti gambang, tapi coba tanya ibu atau ayah kita. Semua mata orang tua akan berbinar kala mendengar atau melihat roti yang sudah mulai langka ini.
Ya, roti gambang memang sudah sangat sulit ditemui saat ini tapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Roti gambang masih bisa ditemui di toko roti klasik seperti Tan Ek Tjoan.
Okezone berkesempatan menyambangi toko roti yang berlokasi di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan ini. Benar saja roti gambang masih berbaris rapi di rak penjualan. Jumlahnya paling banyak dibanding roti jenis lain, menurut sang penjaga toko, roti gambang memang selalu jadi stok utama karena paling banyak dicari.
Tak membuang kesempatan, Okezone langsung saja memilih beberapa potong roti gambang yang khas berwarna coklat dan bertabur wijen. Sepotong roti gambang dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp7.000.
Aroma khas gula merah langsung tercium saat plastik kemasan dibuka, pun demikian aroma tipis dari kayu manis yang semerbak. Meski terlihat kokoh, roti ini punya tekstur yang mudah patah dan berserat kasar. Rasa manis khas gula merah terasa pas, tidak berlebihan dan tidak juga tanggung. Teksturnya lembut, namun saat dikunyah terasa liat dan agak menempel di gigi.
Bagi penikmat roti, si gambang ini agaknya bisa diterima di lidah semua orang. Tapi belum tentu mendapat respon baik dari anak muda kekinian yang sudah terbiasa dengan tekstur roti yang lembut dan 'kempis'.
(Renny Sundayani)