Tampilan Spanduk Warung Pecel Lele Selalu Sama? Ternyata Ini Alasannya

Agregasi Solopos, Jurnalis
Sabtu 11 Februari 2017 13:32 WIB
Spanduk pecel lele (Foto:Ilustrasi)
Share :

Hal itu terjadi bukannya tanpa alasan. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, desain spanduk itu memang disengaja sama sebagai identitas warung khas Lamongan, Jawa Timur.

Di Jakarta saja, sejak 1952 sudah ada paguyuban bernama Forum Silaturahmi Putra Lamongan (Pualam). Paguyuban ini bersifat umum, sehingga kumpulan pengusaha kuliner asal Lamongan masuk di dalamnya. Khusus untuk mereka yang bergerak di bidang kuliner, ada pertemuan rutin satu bulan sekali.

Desain spanduk yang sudah menyebar dengan skala nasional ini dibuat dalam partai besar. Seratus meter kain bisa dipakai untuk 10 warung. Biasanya, tempat pembuatan menyebar dari mulut ke mulut. Desainnya secara umum juga mengikuti yang sudah ada, sehingga spanduk yang dihasilkan memiliki kemiripan.

Mengenai pilihan warna yang jatuh ke warna oranye, kuning, dan hijau, pembuat spanduk juga memiliki alasan tersendiri. Warna-warna yang digunakan tersebut dipilih karena memberi kesan terang di malam hari, waktu-waktu biasanya warung khas lamongan buka. Dengan warna-warna itu spanduk juga akan lebih terlihat dari kejauhan.

Spanduk pecel lele dan soto khas Lamongan ini biasanya dibuat dengan cara dilukis. Namun, seiring bergesernya zaman, teknik-teknik pencetakan baru mulai dipakai.

(Santi Andriani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya