HARI KANKER SEDUNIA 2017: Jumlah Penderita Kanker Payudara Lebih Besar daripada Kanker Serviks

Dewi Kania, Jurnalis
Sabtu 04 Februari 2017 18:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Aaj.tv)
Share :

DAHULU jumlah penderita kanker serviks di Indonesia lebih besar daripada kanker payudara. Karena sudah banyak cara deteksi dini, tahun ini prevalensi penyakit kanker leher rahim itu menurun.

Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo SpRad(K)Onk mengatakan, hingga tahun 2017 jumlah penderita kanker payudara meningkat. Karena penggalakkan deteksi dini kanker yang umum diidap wanita ini selalu dilakukan setiap hari oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

"Tahun 2017 paling tinggi sekarang kanker payudara. Teman-teman dari YKPI setiap hari aktif berkeliling dengan mobil mamografinya untuk deteksi dini pada wanita," kata Prof Tati usai Press Conference World Cancer Day 2017 di Neo Soho Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (4/2/2017).

Sementara itu, penurunan angka penderita kanker serviks karena deteksi dini IVA dan pap smear hampir dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan. Kesadaran wanita untuk melakukannya sudah mulai baik.

Walaupun jumlah penderitanya masih tinggi, menurut Prof Tati, kanker payudara dan kanker serviks masih dapat ditekan. Dari sisi deteksi dini, mudah dilakukan dan sangat terjangkau.

"Memang perempuan paling berisiko kena kanker. Sebenarnya keuntungannya kanker serviks dan kanker payudara dekat dengan tangan. Coba kalau kanker paru, kanker nasofaring enggak sampai untuk dideteksi sendiri. Maka dua kanker pada wanita itu waluapun tinggi bisa ditekan angkanya," tukas Prof Tati.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya