Sebenarnya, vaksinasi DBD dapat diberikan sebagai langkah awal pencegahan penyakit musiman ini. Saat ini vaksin yang dapat menangkal virus DBD adalah Dengvaxia. Namun, vaksin tersebut hanya 60 persen efektif melindungi manusia dari virus demam berdarah.
Dalam beberapa kasus, vaksin tersebut memberi pengaruh yang parah. Perkembangan bakteri yang terjadi dapat mencetuskan terjadinya hemoragik atau pendarahan pada jaringan otak dan mengancam jiwa mereka, terutama ketika pasien telah terinfeksi demam berdarah.
Revtech mengutarakan rasa penasarannya, apakah antibodi ini akan menjadi 'sakit' ketika seseorang memperoleh vaksin tersebut. Membutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan dari kepala genetika molekuler dan laboratorium imunologi dari Universitas Rockefeller, New York. Demikian dilansir dari laman VOANews, Kamis (2/2/2017).
(Helmi Ade Saputra)