KANKER payudara tentu bisa dicegah. Selain rutin melakukan deteksi dini, setiap wanita perlu memerhatikan gaya hidup seimbang.
Dr Walta Gautama, SpBonk, selaku spesialis bedah onkologi, mengungkapkan ada beberapa cara sederhana untuk melakukan perubahan gaya hidup, guna menghindari risiko kanker payudara.
Menikah dan memiliki anak
"Faktor risikonya, kalau dia belum menikah atau melahirkan sampai umurnya 35 tahun. Itu bisa dicegah, kalau wanita sebelum usia 35 tahun, paling tidak sudah married-lah," ungka dr Walta di rumah singgah Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2017).
Menurutnya, ketika wanita melahirkan banyak anak, risikonya semakin turun. Meski ada juga seorang wanita yang punya anak empat sampai lima ada yang terkena kanker.
Menghindari penggunaan obat hormonal
Memang, beberapa wanita menggunakan alat kontrasepsi berupa obat yang dapat memengaruhi peredaran hormon mereka. Dr Walta menganjurkan para wanita untuk melakukan alternatif lain alat kontrasepsi keluarga berencana.
Olahraga
Tak kalah penting, pola hidup juga bisa berpengaruh. Ketika banyak informasi yang mengatakan diet hijau bisa mencegah kanker payudara, dr Walta tidak sependapat. Ia mengatakan, diet hijau-hijauan atau sayur tidak bisa menjamin penurunan risiko kanker payudara.
"Setidaknya, olahraga 150 menit per minggu akan menurunkan faktor risiko sebesar 25 persen," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)