Wuih...Eksotisnya Kampung Bena yang Terletak di Flores

Tentry Yudvi, Jurnalis
Kamis 02 Februari 2017 06:00 WIB
Kampung Bena, Flores (foto: Instagram/@si_larjo)
Share :

WAE Rebo di Flores mungkin sudah tidak asing lagi bagi traveler karena desa ini menyimpan nilai budaya yang sudah dikenal wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, masih ada lagi desa kuno di Nusa Tenggara Timur, salah satunya seperti yang dihadirkan Kampung Bena.

Kampung Bena merupakan salah satu perkampungan yang masih punya sejarah megalitikkum berlokasi di Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Desa adat ini juga berlokasi di atas Gunung Inerie yang selama ini dikenal sebagai tempat "Para Dewa" oleh masyarakat sekitar.

Di sana, Anda akan disambut dengan rumah desa yang masih sangat kuno. Atap rumah berbentuk kerucut yang terbuat dari serabut ijuk. Kemudian, struktur bangunan masih menggunakan bambu, dan juga kayu. Bisa dilihat dari foto yang diunggah oleh Indonesia Travel dalam akun instagaram @indtravel.

Di Bena, salah satu desa tradisional Pulau Flores ini waktu seakan terhenti dimana suasana kehidupan dari masa zaman batu masih dapat Anda nikmati. #PesonaIndonesia - In Bena, one of Flores Island's traditional village time seems stopped so you can feel and enjoy atmosphere of the stone age period. #WonderfulIndonesia

A photo posted by Indonesia.Travel (@indtravel) on Jan 30, 2017 at 4:40pm PST

Suasana eksotis dan juga hangat akan terasa di sini. Banyak batu–batu tersimpan dan masih didirikan di sana. Rumah adat di sana ada sekira 40 buah yang memanjang dan membentuk garis lingkaran. Di ujung desa ada tebing terjal sehingga harus hati-hati ketika berada di sana.

Masyarakat di sana termasuk ke dalam jenis suku Bajawa, dan rata-rata penduduk menganut agama Katolik. Mereka memiliki pekerjaan dengan berladang, sementara wanita di sana bekerja dengan menenun.

Mereka sangat sangat ramah, dan juga erat yang masih menganut sistem sosial matriarkat, Dan sangat menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Di sana juga meski menjadi spot turis asing, namun tak membuat penduduk Benda menerima perubahan dunia karena di sana tidak ada teknologi seperti telefon genggam.

Anda bisa berangkat dari Kupang, kemudian lanjutkan perjalanan ke Bajawa dengan harga Rp50 ribu menggunakan mobil travel. Sampai di sana, Anda bisa menggunakan jasa ojek untuk masuk ke dalam. Tetapi, Anda juga bisa pergi ke sana dengan menggunakan bus Ende-Bajawa dari Danau Kelimutu dan sambung lagi dengan ojek.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya