Hoi An: Kota Tua yang Romantis di Vietnam

Dada Sathilla, Jurnalis
Senin 30 Januari 2017 10:31 WIB
Hoi An, Vietnam (foto: govietnam)
Share :

PERNAHKAH Anda menghayal ingin pergi ke kota-kota eksotis di Asia? Mungkin Anda ingin melintasi waktu menuju kota di masa lampau seperti yang sering ditonton di film? Atau mungkin keinginan Anda lebih simpel, yakni ingin mengunjungi kota-kota tua, indah dan bersejarah saat berlibur.

Kalau ini yang Anda inginkan, cobalah mengunjungi Hoi An, sebuah kota kecil yang terletak di Vietnam bagian tengah. Pesona kota yang termasuk UNESCO World Heritage Site ini dijamin akan membuat perjalanan anda lebih romantis dan berkesan.

Hoi An terletak di provinsi Quang Nam, Vietnam bagian tengah. Apabila anda mengunjungi Vietnam via Ho Chi Minh City (Saigon), ambilah penerbangan ke kota Da Nang atau ambil perjalanan darat menggunakan sleeper bus ke arah utara.

Penerbangan ke kota Da Nang memakan waktu 1 jam sedangkan perjalanan darat memerlukan waktu tempuh 1 malam. Setibanya di bandara internasional Da Nang, anda perlu memesan shuttle bus yang loketnya ada di sebelah pintu kedatangan. Cukup dengan membayar IDR 105.000 anda tinggal duduk manis menikmati 45 menit perjalanan menuju Hoi An.

Sejarah Hoi An

Bermula pada abad ke 15 hingga abad ke-19, Hoi An merupakan pelabuhan dagang utama di Asia Tenggara dan juga pusat perdagangan kerajaan Champa. Pada abad ke-18, para pedagang dari Jepang dan Tiongkok menganggap Hoi An sebagai pusat perdagangan paling penting di Asia Tenggara,bahkan Asia.

Kota pelabuhan ini juga menjadi semakin terkenal sebagai pusat perdagangan ekslusif yang kuat antara Eropa, Tiongkok, India, dan Jepang, khususnya untuk industri keramik.

Namun masa kejayaan Hoi An mulai meredup seiring runtuhnya dinasti Nguyen. Kaisar Gia Long yang memenangkan perang kemudian memberikan Prancis hak dagang ekslusif atas kota pelabuhan terdekat, Da Nang, sebagai imbal jasa atas bantuan yang Prancis berikan saat perang.

Kota Da Nang kemudian menjadi pusat perdagangan yang baru di Vietnam bagian tengah sementara Hoi An mulai terlupakan. Sejarawan lokal bahkan menyebutkan kalau status Hoi An sebagai pelabuhan dagang yang strategis karena letaknya yang berada di mulut sungai pun pudar. Namun hal ini justru menjadikan Hoi An tak tersentuh oleh modernisasi selama 200 tahun dan menjadi kota klasik yang indah.

Bangunan, gedung, rumah dan jalanan sempit di Hoi An merefleksikan orisinalitas kota tua berusia ribuan tahun. Gaya arsitektur Hoi An merupakan perpaduan gaya lokal dengan pengaruh dari Jepang dan Tiongkok. Hal ini menjadi dasar UNESCO untuk memilih Hoi An sebagai World Heritage Site kategori pelabuhan dagang Asia Tenggara abad ke 15 hingga 19 yang terawat baik. Penghargaan ini telah diberikan sejak tahun 1999.

Aktivitas Turis di Hoi An

Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Vietnam bagian tengah, Hoi An menawarkan banyak hal ke turis. Apabila anda pecinta sejarah dan arsitektur maka Anda akan mudah jatuh cinta dengan kota kecil ini.

Di Hoi An ada banyak rumah, ruko, museum hingga jembatan yang memiliki gaya campuran Tiongkok, Jepang dan Vietnam. Suasana kota Hoi An akan menjadi indah terutama saat malam. Nyala terang lampion yang digantung di depan masing – masing rumah dan toko hingga di tengah jalan menjadikan suanana romantis. Malam hari memang merupakan saat yang paling pas untuk menikmati Hoi An.

Salah satu landmark Hoi An yang wajib dikunjungi adalah Japanese covered bridge (jembatan tertutup Jepang). Jembatan yang menghubungkan jalan Thran Phu dengan jalan Nguyen Thi Minh Khai ini dibangun pada tahun 1590-an oleh komunitas Jepang di Hoi An dengan tujuan menghubungkan para pedagang Jepang dengan tempat tinggal orang Tiongkok di seberang sungai.

Di ujung jembatan, terdapat 2 patung yakni patung anjing dan monyet yang merupakan simbol kesucian dalam budaya Jepang.

Saat tiba di tepi sungai, cobalah menikmati suasana Hoi An dengan menaiki perahu tradisional. Harganya cukup murah, yakni IDR 30.000 untuk berperahu selama 30 menit. Uniknya, perahu tradisional ini kebanyakan didayung oleh bibi-bibi separuh baya yang ternyata sangat kuat tenaganya.

Saat berperahu anda juga akan mendengar alunan musik tradisional dilagukan oleh para seniman lokal yang pentas di pinggir sungai. Pengalaman ini sungguh otentik dan priceless.

Tak lengkap rasanya berwisata tanpa mencicipi kuliner lokal. Di kedua sisi sungai berjejeran restoran dan kedai makan yang bisa anda pilih sesuai selera. Salah satu menu yang layak dicoba di Hoi An adalah bebeknya, baik bebek panggang atau asam manis. Selain restoran, ada banyak bar, butik, toko dan spa juga disini. Kalau anda pegal, tak ada salahnya mencoba pijat refleksi di spa karena tarifnya termasuk murah yakni hanya IDR 120.000 saja.

Ingin mencari oleh-oleh atau mencari suvenir untuk Anda sendiri? Kalau begitu jangan lupa mengunjungi Hoi An night market. Disini berjejer kios – kios penjual lampion, pakaian, peralatan makan, hingga jajanan. Satu rekomendasi suvenir yang patut dibeli adalah lampion.

Terbuat dari kain dan berbentuk unik dalam berbagai ukuran, lampion dijual dengan harga yang sangat miring, yaitu IDR 18.000 untuk lampion ukuran sedang dan IDR 6000 untuk lampion ukuran kecil. Harga ini sangatlah murah apabila dibandingan dengan suvenir yang dijual di Pasar Ben Thanh, Ho Chi Minh City.

Satu lagi daya tarik Hoi An, hotel disini sangat ramah kantong. Biaya menginap semalam di hotel hanya IDR 250.000 dan sudah termasuk dengan sarapan. Hmm di Indonesia saja gak semurah ini kan. Tertarik ke Hoi An? Segera booking tiket dan penginapan saja.

Hoi An cocok dikunjungi kapan saja, karena Vietnam termasuk negara tropis seperti Indonesia sehingga kita mudah menyesuaikan cuaca, suhu dan jenis pakaian yang akan dikenakan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya