Di zaman penjajahan Jepang hingga tahun 1950an, kawasan Pasar Senen kemudian menjadi tempat favorit berkumpulnya para seniman dari era pujangga baru, yang kemudian dijuluki sebagai Seniman Senen, seperti penyair Chairil Anwar, sutradara Syumandjaya, aktor senior Soekarno M. Noor yang merupakan ayah Rano Karno, dan lainnya.
Beberapa pemimpin pergerakan seperti Chairul Saleh, Adam Malik, juga Soekarno dan Mohammad Hatta, sering menggelar pertemuan di kawasan Pasar Senen. Kawasan sekitar Pasar Senen merupakan kawasan berkumpulnya para intelektual muda.
Masa kini
Sejak masa Orde Baru, Pasar Senen semakin diramaikan oleh banyak pedagang dari berbagai daerah. Usaha konveksi, baju dan buku bekas, dan pasar kue subuh, masih ramai dicari masyarakat.
Padatnya jumlah pedagang membuat tatanan bangunan pasar berantakan hingga membuat tempat tersebut rentan terjadi kebakaran akibat korsleting listrik.
(Fiddy Anggriawan )