PASAR Senen, pada Kamis 19 Januari 2017 kembali dilalap si jago merah. Pasar tersebut sebenarnya memiliki perjalanan yang panjang dalam sejarah Jakarta.
Pasar Senen adalah kawasan yang sudah ada sejak 282 tahun lalu, tepatnya sejak 1735. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah di era kemerdekaan. Mulai dari menjadi tempat berkumpulnya intelektual muda hingga menjadi tempat favorit para seniman di era Pujangga Baru.
Zaman kolonial Belanda
Pasar ini dulu bernama Vinck Passer, karena dibangun oleh seorang arsitek sekaligus tuan tanah bernama Yustinus Vinck. Tanah yang dipakai saat itu adalah lahan milik angota Dewan Hindia Belanda, Cornelis Chastelein.
Pembangunan Pasar Senen dulu juga bersamaan dengan waktu pembangunan Pasar Tanah Abang, yakni pada 30 Agustus 1735. Namun, karena pasar ini mendapat kebijakan agar dibuka hanya setiap hari Senin, pasar ini kemudian dikenal sebagai Pasar Senen.
Pasar ini sangat strategis karena dekat dengan stasiun kereta api jalur Batavia-Bekasi, yaitu Pasar Senen yang merupakan stasiun terbesar kedua di Jakarta setelah Stasiun Gambir. Para pedagang dari berbagai etnis, baik pribumi maupun Tiongkok, banyak membuka usaha di sana.
Jepang hingga kemerdekaan