PERNAHKAH Anda makan di tempat gelap? Atau makan sambil mengenakan penutup mata untuk meningkatkan sensitifitas indera perasa?
Ternyata cara menikmati makanan seperti ini dapat memberi pengalaman baru dan menambah kenikmatan dalam bersantap. Tidak percaya?
Banyak kota besar di seluruh dunia menyuguhkan konsep bersantap di dalam gelap. Pengunjung yang datang disajikan hidangan spesial dan disantap dalam keadaan gelap atau mata tertutup.
Sensasi bersantap di dalam gelap dianggap mewah karena pengunjung bisa merasakan pengalaman bersantap yang luar biasa. Tak ayal, untuk makan di restoran berkonsep seperti ini pengunjung harus merogoh kocek dalam-dalam.
Lantas mengapa konsep seperti ini cukup diminati? Seperti diketahui, apa pun yang kita santap, sebelumnya telah dipengaruhi oleh indera penglihatan.
Ketika mata di tutup atau menikmati makanan di dalam ruang gelap. Maka makanan tanpa disadari, indera penciuman dan perasa sensitifitasnya meningkat. Sehingga apa pun yang disantap akan lebih dihargai dan terasa spesial.
Itulah sebabnya banyak produsen makanan melakukan blind test untuk uji coba produk barunya. Sebab, untuk menilai kualitas makanan, tampilan masih jadi prioritas ketimbang cita rasanya.
Ketika indera penglihatan di tutup atau kehilangan fungsi sementara. Cita rasa adalah penilaian paling relevan karena taste-nya langsung dikecap lidah dan seseorang akan lebih mengapresiasi akan hal itu.
Kemudian, ketika makan di dalam gelap. Hal itu dapat meningkatkan imajinasi dengan membayangkan apa saja yang tersaji di atas piring. Dalam artian, imajinasi Anda jadi indera penglihatan lain untuk menilai makanan yang disantap.
Sensasi eksklusif dengan perspektif seseorang dalam menilai makanan yang disantap berbeda-beda. Mungkin seperti itulah pengalaman bersantap yang ditawarkan jika makan di dalam gelap. Dikutip dari laman Delishably.
(Helmi Ade Saputra)