"Sunat tradisional biasanya tidak dilakukan oleh tenaga medis profesional. Sunat jenis ini memicu banyak komplikasi karena kebanyakan tanpa dijahit, risiko pendarahan pun bisa terjadi. Sembuhnya lama dan kebanyakan hanya untuk memenuhi kewajiban tradisi," ucapnya.
Sunat konvensional
Setingkat lebih canggih dari sunat tradisonal. Metode sunat konvensional dilakukan dengan bantuan alat mumpuni. Seperti gunting, besi elektrikal (laser) alat jahit, dan penggunaan obat bius lokal.
Meski begitu metode sunat ini juga punya banyak pantangan. Misalnya tidak boleh banyak aktivitas, tidak boleh terkena air, karena proses penyembuhannya agak lama.
"Sunat konvensional perlu waktu penyembuhan agak lama dan perawatan khusus. Sehingga biasanya harus menunggu waktu libur panjang," kata dokter yang berpraktik di Rumah Sunatan Indonesia ini.