Dikatakan dr. Mahdian, seseorang yang mengalami hipospadia tak hanya perlu disunat, tapi juga perlu dilakukan operasi bedah rekonstruksi. Pasalnya, mereka yang mengalami gangguan ini memiliki perkembangan lubang pipis abnormal.
Pada kondisi normal, umumnya air seni keluar melalui ujung kepala penis. Namun tidak bagi penderita hipospadia yang memiliki lubang pembuangan air seni di bawah batang penis.
Lain hal dengan epispadia, kondisi ini merupakan gangguan pertumbuhan penis pada pria, di mana lubang pembuangan terdapat pada bagian atas penis.
"Hipospadia dan epispadia perlu adanya tindakan sunat, karena bedah rekonstruksi saluran penis membutuhkan kulit dari kulup untuk bikin saluran kencing baru," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)