KEBIASAAN sebagian orang dalam mengonsumsi makanan berporsi besar, ternyata memiliki sisi negatif yang sangat memprihatinkan.
Bagaimana tidak? berdasarkan hasil investigasi Channel 4, total makanan yang terbuang sia-sia setiap tahunnya berkisar di angka Rp1 triliun. Yang lebih mengejutkan lagi, data ini dirangkum dari sejumlah restoran steak ternama di berbagai negara.
Dalam sebuah episode terbaru yang ditayangkan oleh Channel 4, presenter cantik Kate Quinton dan ahli gizi Amanda Ursell, beberapa tahun terakhir ini mereka melihat sebuah perubahan besar dalam menentukan porsi makanan.
"Saya merasa porsi makanan saat ini memang cenderung lebih besar dan kita sebetulnya sudah terbiasa dengan hal itu. Contohnya, jika kita membeli makanan dengan porsi lebih kecil, biasanya kita akan merasa tertipu oleh para penjualnya," tutur Amanda dalam acara itu.
Sejak 1998, porsi makanan yang ditetapkan oleh Pemerintah Inggris memang mengalami perubahan yang cukup signifikan. Bahkan, pada 2002 standarisasi ini terus mendapatkan revisi.
"Ini bisa menjadi tolak ukur untuk kita teliti lebih lanjut. Pasalnya, porsi makanan pada saat ini cenderung lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Kate.
Untuk membuktikan hal tersebut, Kate dan Amanda telah mengundang 4 supir taksi asal London, agar dapat melihat secara langsung kebiasaan mereka saat menjadi pengunjung restoran steak.
Dalam acara ini, masing-masing disuguhkan satu piring steak yang diolah menggunakan 650 gram daging sapi (porsi normal). Dengan lahap mereka memakan hidangan itu hingga tak bersisa.
Namun ketika disuguhkan steak dengan porsi era 2002, mereka mengatakan bahwa porsi tersebut sangat kecil dan tidak mengenyangkan.
Menurut Psikolog ternama, Dokter Jason Thomas, hal ini berhubungan langsung dengan psikis seseorang. "Jika dilihat dari perspektif psikologi, seseorang yang terbiasa diberikan sesuatu yang lebih besar, di masa mendatang mereka cenderung menginginkan hal yang lebih banyak lagi," pungkasnya, sebagaimana dilansir dari Dailymail, Selasa (6/12/2016).
(Santi Andriani)