Semua efek ini bisa lebih parah pada orang yang memakai lensa kontak. Pada konsentrasi gas air mata yang lebih tinggi, bisa terjadi peradangan pada kornea mata.
Tetapi, ternyata bukan hanya mata yang terpengaruh oleh gas air mata. Menghirup gas air mata menyebabkan iritasi kuat di hidung, tenggorokan dan paru-paru, disertai bersih, sesak napas dan batuk. Gejala-gejala awal dapat diikuti oleh sakit kepala dan lidah terbakar.
Selain itu, gas air mata juga dapat berdampak terhadap kulit. Kulit yang terpapar gas air mata dapat menyebabkan sensasi terbakar, kadang-kadang diikuti dengan ruam.
Sementara, meskipun secara umum paparan gas air mata tidak menimbulkan efek infeksi lambung, terpapar terlalu lama dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual dan diare. Demikian sebagaimana yang dilansir dari laman Destinationsante, Jumat (2/12/2016).
(Helmi Ade Saputra)