Menderita penyakit HIV/AIDS mungkin masih dianggap sebagai akhir dunia. Namun, seorang ibu penderita HIV di Semarang Jawa Tengah, berhasil bangkit dari keterpurukan. Dari semula hidup menggelandang selama hamil, kini menjadi sosok perempuan yang berani membuka diri agar diterima masyarakat.
Saat berbaur dengan masyarakat, tak ada yang beda dengan Derlina Waty Silalahi. Sebagaimana perempuan lainnya, dia tampil di tengah masyarakat sambil membawa anak semata wayangnya yang baru berusia sembilan bulan.
Derlina merupakan satu perempuan yang divonis menderita HIV, suatu penyakit yang masih dianggap momok oleh sebagian warga. Meski demikian, Derlina dengan penuh percaya diri berbaur di tengah masyarakat dengan mengikuti beragam kegiatan seperti menyanyi dan senam bersama.
“Saya memang punya catatan hidup yang kelam, tapi saya ingin melanjutkan hidup di tengah masyarakat. Bisa beraktivitas lagi sebagai ibu-ibu lainnya, tidak ada pembedaan meski saya ODHA (orang dengan HIV/AIDS),” kata Derlina saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Bukan perkara mudah menumbuhkan kepercayaan diri Derlina, setelah mengetahui terjangkit HIV, dua hari sebelum persalinan. Apalagi, ayah biologis anaknya telah kabur dan lari dari tanggung jawab.