“Perasaan saya file Kementerian Pertahanan sedang mengambil langkah aktif untuk melindungi sejarah Royal Navy yang karam dengan susah payah dan juga mahal. Bagaimana pun saya berpikir tindakan ini tidak bisa diterima di publik luas, tidak bagi veteran dan keluarga,” jelas Brockman sebagaimana dikutip dari Telegraph, Rabu (30/11/2016).
Jumlah yang meninggal saat kapal tenggelam, dari HMS Exeter, sekira 50 orang yang terbunuh sementara ada 650 tahanan perang di dalamnya. Dengan ini juga 152 meninggal di kemah Jepang. Sekira delapan HMS kru telah terbunuh, dan 149 adalah tahanan dari 38 yang meninggal.
Dua kapal perang telah ditemukan di perairan Indonesia, sedalam 200 kaki, sejauh 90 mil dari Pulau Bawean Utara, dan 60 mil dari posisi sinyal yang diberikan kapten saat tenggelam. Banyak senjata perang ditemukan di bagian bawah kapal dan sugestinya kapal Jepang saat itu sangat dekat keberadannya sehingga senjata itu keluar.
“Kami sudah kontak dengan Indonesia untuk mempercepat konstrasi serius pada kasus ini dan meminta mereka untuk investigasi laporan dan mengambil tindakan dengan baik untuk melindungi situ bersejarah itu dan kerusakan ke depannya,” jelas juru bicara pemerintahan Inggris.
(Fiddy Anggriawan )