Bangkai Kapal Perang Dunia II yang Karam di Laut Jawa Hilang Dicuri Pemulung Besi Tua

Tentry Yudvi, Jurnalis
Rabu 30 November 2016 13:21 WIB
Kapal HMS Exeter di Tahun 1940 (foto: Getty Images)
Share :

KEMENTERI Pertahanan dinilai gagal dalam melindungi bangkai kapal Perang Dunia II yang sangat bersejaran, dengan tidak mengindahkan keberadaan tiga kapal perang Inggris yang ditenggelamkan oleh Jepang di area laut Indonesia. Sebab, puing-puing besi kapal tersebut telah diambil pemulung besi tua ilegal.

Pencarian di dalam laut Indonesia, telah mengungkapkan jika ada lubang besar di mana kapal itu karam. Dokumen menyatakan jika kapal karam itu adalah HMS Exeter, pesiar besar dan HMS encounter. Ditemukan sudah hampir hilang sesuai laporan dari the Guardian.

Peta 3 dimensi dari laut Jawa menunjukkan jika kapal karam dari ketiganya sudah dan hanya bagian besar saja yang tertinggal. Ketiga kapal itu tenggelam setelah berperang dengan Jepang pada tanggal 27 Febuari hingga 1 Maret 1942.

Penelitian yang sama juga meyakini jika ada lagi kapal karam yang menghilang di sana di antaranya tiga kapal karam Belanda, dan Amerika.

Andy Brockman seorang arkeolog dan peneliti dalam kejahatan maritim, menceritakan ke koran Britain tidak cukup untuk menghentikan perampasan laut.

“Perasaan saya file Kementerian Pertahanan sedang mengambil langkah aktif untuk melindungi sejarah Royal Navy yang karam dengan susah payah dan juga mahal. Bagaimana pun saya berpikir tindakan ini tidak bisa diterima di publik luas, tidak bagi veteran dan keluarga,” jelas Brockman sebagaimana dikutip dari Telegraph, Rabu (30/11/2016).

Jumlah yang meninggal saat kapal tenggelam, dari HMS Exeter, sekira 50 orang yang terbunuh sementara ada 650 tahanan perang di dalamnya. Dengan ini juga 152 meninggal di kemah Jepang. Sekira delapan HMS kru telah terbunuh, dan 149 adalah tahanan dari 38 yang meninggal.

Dua kapal perang telah ditemukan di perairan Indonesia, sedalam 200 kaki, sejauh 90 mil dari Pulau Bawean Utara, dan 60 mil dari posisi sinyal yang diberikan kapten saat tenggelam. Banyak senjata perang ditemukan di bagian bawah kapal dan sugestinya kapal Jepang saat itu sangat dekat keberadannya sehingga senjata itu keluar.

“Kami sudah kontak dengan Indonesia untuk mempercepat konstrasi serius pada kasus ini dan meminta mereka untuk investigasi laporan dan mengambil tindakan dengan baik untuk melindungi situ bersejarah itu dan kerusakan ke depannya,” jelas juru bicara pemerintahan Inggris.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya