BUNDA, apakah Anda menyamaratakan pasta gigi anak-anak dengan anggota keluarga di rumah? Ternyata pasta gigi anak perlu dibedakan dengan pasta gigi orang dewasa, terutama mereka yang berada di usia balita.
Menurut drg Suzanty Ariani, SpKGA, spesialis kesehatan gigi anak, umumnya anak-anak belum bisa berkumur dengan sempurna. Terkadang odol pun kerap tertelan.
"Pasta gigi itu ada berbagai macam ada pasta gigi untuk bayi atau batita yang belum bisa berkumur, ada untuk anak-anak, dan ada yang untuk dewasa. Biasanya yang ditakutkan ada jumlah fluoride yang tertelan itu dalam jumlah besar," ungkap dr Suzan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu 23 November 2016.
Bila terlalu bayak fluoride yang tertelan, bisa berakibat terjadinya fluorosis. Oleh karenanya, penring untuk membedakan pasta gigi anak, karena kandungan fluoride yang berbeda.
"Jadi pasta gigi untuk anak-anak yang belum bisa berkumur, biasanya memakai non fluoride, kalau untuk anak-anak yang sudah bisa berkumur harus pakai pasta gigi anak, karena fluoride-nya sedikit," tambah dr Suzan.
Ia pun menjelaskan, pada pasta gigi anak kandungan fluoride maksimal mencapai 500 ppm (part per million). Sementara, untuk dewasa kandungannya mencapai 1500 ppm.
"Kenapa pasta gigi harus dibedakan, karena anak-anak walau bisa berkumur pasti ada sekian persen tertelan," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)