ANAK-ANAK memang belum mampu mengelola emosinya dengan baik. Itulah sebabnya mengapa perubahan emosi anak kerap terjadi tiba-tiba. Maka, sangat diperlukan peran orangtua dalam mendampingi agar anak belajar mengelola emosinya.
Karina Priliani selaku Psikolog Anak menyebut beberapa bentuk perubahan emosi yang biasa terjadi pada anak usia sekolah. Misalnya, seperti anak yang tadinya ceria tiba-tiba menjadi pendiam atau anak yang sebelumnya tenang kemudian menjadi mudah marah.
“Pertama kita lihat dulu penyebabnya. Biasanya karena anak mengalami tekanan di luar, seperti bully dari teman sekolah. Kemudian, mengakibatkan perubahan emosi yang membuat si anak menjadi tidak konsentrasi belajar, sehingga nilai-nilanya turun,” terang Karina saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Kemudian, perubahan emosi ini juga berdampak pada perkembangan anak secara sosial. Anak jadi sulit beradaptasi di lingkungan pertemanan, merasa kehilangan identitas diri, bahkan anak bisa dijauhi oleh teman-temannya.
“Biasanya orangtua bingung melihat perubahan emosi pada anak. Beberapa orangtua mungkin marah melihat perilaku mereka. Jadi sebaiknya, ketika emosi anak tidak stabil maka kuatkanlah mereka dengan support system yang baik,” jelas wanita yang menamatkan studinya di Universitas Tarumanegara ini.
(Vien Dimyati)