Sering Bangun Tengah Malam Berisiko Terkena Gangguan Irama Jantung

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Selasa 15 November 2016 17:32 WIB
Ilustrasi (Foto: Express)
Share :

KUALITAS tidur yang buruk meningkatkan risiko mengembangkan gangguan irama jantung, kata para ilmuwan. Kondisi yang disebut fibrilasi atrium dapat menyebabkan stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya.

Sebuah analisis dari tiga studi sebelumnya menunjukkan, mereka yang sering terbangun di malam hari, 26 persen lebih mungkin menderita masalah gangguan irama jantung. Kondisi ini meningkat menjadi 29 persen untuk penderita insomnia.

Sumber data terdiri dari Health EHeart Study lebih dari 4.600 orang, Cardiovascular Health Study hanya lebih dari 5.700 orang dan California Healthcare Cost and Utilisation Project meliputi 14 juta pasien. Sementara, tinjauan dari Cardiovascular Health Study menunjukkan, kurang memiliki REM (rapid-eye movement) tidur pada malam hari juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengembangkan fibrilasi atrium.

"Dengan memeriksa karakteristik tidur, seperti berapa banyak REM tidur yang didapatkan, itu menunjukkan kita menuju mekanisme yang lebih masuk akal. Mungkin ada sesuatu yang khusus tentang bagaimana dampak tidur terhadap sistem saraf otonom," ujar Matt Christensen, seorang mahasiswa kedokteran tahun keempat di Universitas Michigan, dikutip Express, Selasa (15/11/2016).

Sistem saraf tersebut memainkan peran utama dalam mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah. Penjelasan lain yang mungkin berhubungan antara gangguan tidur dengan gangguan irama jantung adalah sering terbangun di malam hari menempatkan tekanan ekstra pada ruang jantung.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya