Kepala Desa Tlahab, Irwan menambahkan, ritual nyadran telah menjadi tradisi dan menjadi agenda tahunan yang wajib dilaksanakan pascapanen raya tembakau. Buruknya hasil panen diharapkan tidak menjadi alasan untuk tidak mengeluarkan sesajian pada ritual. Namun kalau toh ada, itu tidak menjadi permasalahan.
"Dikemukakan pergelaran wayang kulit juga akan digelar selama dua malam dan dua malam dan hari. Wayang kulit ini adalah bagian dari tradisi itu,” tuturnya.
Ke depan, lanjutnya, tradisi nyadran ini akan dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata. Wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara bisa terjun langsung mengikuti prosesi nyadran kali ini. Selain prosesi ritual menjual untuk paket wisata, pemandangan di lokasi ritual juga sangat bagus.
“Harapannya dengan dijadikannya tradisi ini sebagai daya tarik wisata, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa ini,” harapnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)